11 January 2013

Sexy Bitch dan Pikiran-pikiran yang Membunuh

Saya masih duduk di sini. Di depan jendela, menatap rinai hujan yang jatuh dengan pelan di luar sana. pepohonan meliuk-liuk bak manusia tua yang mengidap Parkinson. Irama musik beat yang dibawakan David Guetta bersama Akon mengalun dari headset yang yang terpasang rapat di telinga. Suaranya mampu mengalahkan suara hujan dan deru angin karena saya menyetel volumenya full. Sexy Bitch.Rasa-rasanya lagu ini sangat tak cocok dengan cuaca yang tak bersahabat seperti saat ini. Tapi tak apalah. Ini salah satu hiburan saya saat sedang bingung dan tak bisa kemana-mana. Hujan beberapa hari belakangan ini benar-benar tak bisa berkompromi dengan para pekerja yang harus selalu berlalu-lalang di jalan raya.

Sexy Bitch. Bersama pikiran yang melayang tinggi. Pikiran-pikiran tak berguna. Lama-lama pusing sendiri. Tentu saja tidak jika diri ini bisa melakukan sesuatu.

Pikiran-pikiran ini, bukan lagi sekedar melintas. Tapi juga membayangi, mengganggu. Sudah mirip hantu yang selalu muncul dari kegelapan malam dan tak bisa membiarkan tidur nyenyak.

Ada sms yang selalu muncul di pagi hari bagai teror. “Bu, kapan perahu bantuannya dibagikan?” Saya menarik nafas dalam-dalam. Kenapa orang itu begitu berharap. Sms itu dari seorang lelaki nelayan miskin yang tinggal di sebuah pulau terpencil. Beberapa pekan sebelumnya, saya bertemu, wawancara dengannya di tempat pelelangan ikan. Pemerintah membuat sebuah wacana tentang bantuan kapal nelayan. Kapal besar berkapasitas 30 knot, bukan perahu kecil dengan layar seadanya yang bisa terbang dan hancur porak-poranda dengan tiupan badai seperti yang ia digunakan.

Saya menanyakan pendapat lelaki itu sebagai seorang nelayan. Dan ia bersorak gembira. Katanya ia bosan dengan perahu kecilnya. Jadi, ia akan belajar mengemudikan kapal besar. Entah belajar dimana, saya tidak tahu. Tapi setelahnya, ia rutin mengirimi saya sms menanyakan kapal itu dibagikan. Saya bertanya kepada Dinas setempat, dan jawabnya: nanti. Memang begitu kan, pemerintah selalu penuh dengan janji-janji tak pasti.

Sexy Bitch. Saya memutarnya berkali-kali. Saya tak memberi kesempatan kepada Emma Button yang sudah mengantri sedari tadi di list winamp dengan What Took You so Longnya. Juga Pixie Lott yang  sepertinya pantatnya mulai panas ingin meloncat-loncat dengan Get Weaknya. Pikiran ini kembali melayang.

Ada yang mengirim Blackberry Messager. Si pengirim meminta kegiatannya dipublikasikan di koran. Besok ia dan rombongan akan melakukan kegiatan bakti sosial di lokasi banjir. Hujan deras yang turun beberapa hari belakangan mengakibatkan air merendam beberapa lokasi. Layar tivi dipenuhi berita banjir, jalan longsor dan rumah yang kehilangan atap akibat puting beliung.

Kepada si pengirim Blackberry Messager, saya katakan bahwa kegiatan bakti sosial untuk orang susah tak perlu dipublikasikan. Nanti jadi riya dan pahalanya hilang. Kecuali, ia membantu orang susah dengan tujuan agar wajahnya dikenal orang, bukan untuk beramal. Setelahnya, saya meremove ia dari list kontak Blackberry. Permasalahan selesai. Persetan! Saya tidak suka orang seperti itu.

Kotak pesan kembali dipenuhi pesan-pesan tak berguna. Belasan pesan yang isinya kampanye pemilihan gubernur. Kampanye yang aneh, sebab mereka hanya menjelek-jelekkan pasangan lain yang menjadi rival masing-masing. Dan di akhir pesan mereka berseru: coblos nomor ini, jangan nomor itu. Saya ingin meremove juga, tapi ah tidak. Pengirimnya teman yang saya kenal baik meski ia juga menjadi tim kampanye calon tertentu. Rasa-rasanya saya terlalu sensitif. Ya, memang.

Sexy Bitch untuk yang kelima kalinya.

Saya membuka internet. Forum-forum diskusi diramaikan dengan topik tentang peraturan bodoh yang dibuat oleh salah seorang walikota di Aceh. Para perempuan tidak boleh duduk mengangkang di atas motor. Perdanya sudah dibuat. Bodoh! Bodoh! Jangan tanya saya apa alasan kenapa saya mengatakan ia bodoh. Saya sedang tak ingin berdebat. Kenapa ia tak membuat peraturan untuk menjaga kebersihan kota, membuat program penghijauan, menyelenggarakan pemerintah bersih tanpa korupsi, memperhatikan kesehatan warga atau melarang warga saling mencaci maki? Saya keluar dari forum.

Di Facebook, ada seorang teman yang sibuk menyindir-nyindir. Katanya banyak yang tak tahu diri. Perempuan disuruh menutup aurat untuk menjaga kehormatannya. Agar tak diganggu para lelaki. Jadi perempuan harus menjaga sikap. Menjaga kehormatan. Bla bla bla…

Jadi, laki-laki itu seperti monster barangkali ya. Monster jahat yang bisa berkeliling kemana-mana sesuka hati dengan pongahnya bebas melakukan apa saja termasuk melecehkan perempuan yang mereka ingin. Dan tak ada perda yang melarang laki-laki menjaga kehormatannya. Awas, para perempuan harus menjaga kehormatan dengan menghindar dari para monster itu. Jadi kalau terjadi sesuatu dengan perempuan-perempuan itu, salah sendiri, kenapa tidak menjaga kehormatan? Kenapa tidak menutup aurat?   

Apalagi? Apalagi?

Well, saya tidak peduli soal Kim Kardashian yang dihamili kekasihnya Kanye West. Mereka toh tak ada masalah dengan hidup beranak-pinak tanpa surat nikah. Saya tidak peduli sama Ardina Rasti yang menangis terisak-isak seperti orang bodoh karena dianiaya sang kekasih. Saya tidak perduli dengan The Duchess of Cambridge, Kate Middleton yang muntah-muntah dengan hebatnya akibat ngidam. Tapi itu, ada berita lucu: sepasang lesbian tinggal bersama di pulau Batam dan mereka memiliki surat nikah. Hoho!

Sexy Bitch untuk ketujuh kalinya.

Raja Dangdut ngotot ingin mencalonkan diri jadi presiden. Saya ingin muntah. 

Baiklah, tinggalkan gosip-gosip murahan tak berguna.

Banyak hal yang tak mampu saya enyahkan dari otak saya. Misalnya tentang bangsa Amerika yang membangun negara mereka dengan emas batangan yang dikeruk dari Freeport. Tentang hutan di Sumatra dan Kalimantan yang setiap detik mengalami kehancuran oleh para kapitalis dan sekutunya. Tentang regulasi ekonomi. Negara ini dibanjiri produk impor berkualitas rendah dari Cina. Dan kita harus bersusah payah jika ingin melakukan hal serupa: mengekspor barang ke sana. Kenapa? Karena Cina menerapkan pajak tinggi bagi negara-negara yang ingin mengekspor ke sana, dan negara kita tidak. Koruptor-koruptor tak memiliki rasa malu. Anggota DPR yang terhormat seenaknya menghamburkan uang rakyat untuk jalan-jalan ke luar negeri. 

Pikiran yang paling membunuh adalah saya tidak pernah bisa berhenti membayangkan negara Belanda. Seperti apa negara maju itu setelah 350 tahun membangun dengan mencuri kekayaan alam kita? Kenapa harus ada pengkhianat yang menusuk Soekarno dari belakang? Dan kenapa ada pemimpin yang begitu egois dan bodoh? Kapan negara ini bisa maju?

(Tentu saja Sexy Bitch tak ada hubungannya dengan semua ini. Karena Guetta dan Akon sedang membicarakan gadis seksi di liriknya).

Ah untuk apa pula saya memikirkan semua ini? padahal hidup pasti akan lebih damai jika saya berjalan saja sebagaimana adanya tanpa memikirkan hal yang aneh-aneh. Oke, saya mematikan Sexy Bitch dan memilih tidur sebelum saya jadi gila.  Peduli setan dengan Emma Button, Pixie Lott, Beyonce, Miley Cyrus, Rihanna, Colbie Caillat, Shontelle, Nicky Minaj, Shania Twain…… Saya ingin tidur sambil memaki-maki.

Share:

1 komentar:

Ibnu Syahri Ramadhan said...

Ya tidur saja. Pada akhirnya tidur adalah keputusan bijak