14 December 2010

Mereka yang Terjaring

Serius Mengikuti Materi
Sebulan sebelum acara, kami mulai sibuk promosi ke sana-ke mari, memberitahukan kepada setiap Lembaga Pers Mahasiswa tentang rencana kegiatan kami. Sebelum mengirim undangan via pos, kami memberitahukan via sms, facebook dan email. Selain mengirim via pos, undangannya juga kami kirim via email. Ada rasa was-was juga mengingat waktu yang hampir bersamaan ada enam LPM yang mengadakan kegiatan serupa. Secara berturut-turut kegiatan serupa diadakan oleh Teknokra (Universitas Lampung), Manunggal (Universitas Diponegoro), Madura, Universitas Lambung Mangkurat, dan Suara USU (Universitas Sumatera Utara). Beberapa teman mengkonfirmasi ke saya; yang awalnya akan mengirim utusan lebih dari satu orang terpaksa hanya mengirimkan satu orang saja dengan alasan mereka harus mengirim utusan ke daerah lain juga.
 Total peserta yang mendaftar 25 orang (sesuai target). Kami tak ingin terlalu banyak peserta karena takut kegiatan jadi tidak kondusif. Namun pada hari H, ada beberapa orang yang tidak datang dengan beberapa alasan. Teman-teman dari Suara USU Medan misalnya, konon katanya uang mereka yang sedianya untuk beli tiket pesawat pulang-pergi dibawa lari oleh calo gadungan. 
Peserta yang datang kami jemput langsung dari bandara. Kami berprinsip, tamu adalah raja. Segala sesuatu yang terjadi pada mereka selama di Makassar adalah tanggungjawab panitia. Sehingga kami tak pernah mengijinkan peserta meninggalkan tempat pelatihan tanpa ada panitia yang mendampingi.
Yang paling capek tentu saja si Capung (teman kami; bukan hewan bersayap) yang dapat job menjemput peserta. Meski begitu, ia tak pernah mengeluh. Malah kelihatan menikmati tugas melelahkan itu. Setiap kali saya memberi dia jadwal kedatangan peserta, dia akan segera meloncat, bersiap-siap ke bandara tak peduli jam berapa peserta datang.
Malam Perpisahan. Eh, maksudnya malam penutupan.
Suandi Tamrin, peserta dari Palu datang paling awal. Ia tiba pada sore hari, sehari sebelum acara. Jadi kami membawanya ke sekret identitas dan menginap di sana. Setelah Andi, menyusul Puput Jumantirawan dan Muhammad Rafiki dari Riau. Dua cowok Riau ini datang dini hari (kalau tidak salah jam 3). Ketika saya datang ke sekret jam 7 pagi, mereka masih tertidur di ruang redaksi.
Jam 9 saya menuju tempat pelatihan. Di ruang tamu penginapan sudah menunggu anggota laskar kentingan dari Solo: Cahyadi Kurniawan, Dian Erika, Mia Wahyuningsari dan Rina Yuli Arti. Peserta yang lain datang pada malam hari. Fahmi dari Poso datang paling akhir keesokan harinya. Padahal, sesuai konfirmasi awal, dia harusnya datang paling awal mengalahkan Andi. Konon, ia terjebak tanah longsor di Kabupaten Palopo. Ia menempuh perjalanan Poso-Makassar dengan bus. 




Share:

0 komentar: